Perbedaan Chromia dan Theta Network: Chromia diperdagangkan di Rp236,43 (kapitalisasi pasar Rp233,49M, volume 24 jam Rp11,12M), sedangkan Theta Network diperdagangkan di Rp2.386 (kapitalisasi pasar Rp2,39T, volume 24 jam Rp53,1M). Perbedaan utamanya: Theta Network jauh lebih besar — sekitar 10,2× kapitalisasi pasar Chromia, dan suplai Theta Network dibatasi (1B / 1B THETA (100%)), sedangkan Chromia terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 51 Hari dan Theta Network selama 76 Hari.
| CHR | THETA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp233,49M | Rp2,39T |
Volume (24h) | Rp11,12M | Rp53,1M |
Suplai yang Beredar | 987,4M CHR | 1B / 1B THETA (100%) |
Typical Hold Time | 51 Hari | 76 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →THETA adalah jaringan bertenaga blockchain yang dibuat khusus untuk streaming video. Konsep bisnis utama Theta adalah mendesentralisasikan streaming video, pengiriman data, dan edge computing, menjadikannya lebih efisien, hemat biaya, dan adil bagi pelaku industri.
Selengkapnya di halaman THETA →