Perbedaan Chromia dan Thena: Chromia diperdagangkan di Rp265,15 (kapitalisasi pasar Rp256,27M, volume 24 jam Rp33,73M), sedangkan Thena diperdagangkan di Rp940,48 (kapitalisasi pasar Rp124,2M, volume 24 jam Rp75,26M). Perbedaan utamanya: Chromia jauh lebih besar — sekitar 2,1× kapitalisasi pasar Thena, dan suplai beredar Chromia 974,8M / 978,1M CHR (100%) dibanding 133,3M / 326,1M THE (41%) milik Thena. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 50 Hari dan Thena selama 59 Hari.
| CHR | THE | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp256,27M | Rp124,2M |
Volume (24h) | Rp33,73M | Rp75,26M |
Suplai yang Beredar | 974,8M / 978,1M CHR (100%) | 133,3M / 326,1M THE (41%) |
Typical Hold Time | 50 Hari | 59 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →Thena adalah pertukaran terdesentralisasi (DEX) yang beroperasi dalam BNB Chain. Thena menyediakan layanan luas untuk aktivitas keuangan terdesentralisasi (DeFi). Ini juga dirancang untuk memfasilitasi trading spot dan perpetual untuk berbagai jenis aset, sehingga dapat memenuhi kebutuhan berbagai partisipan dalam ekosistem DeFi.
Selengkapnya di halaman THE →