Perbedaan Chromia dan Slash Vision Labs: Chromia diperdagangkan di Rp237,68 (kapitalisasi pasar Rp233,77M, volume 24 jam Rp11,02M), sedangkan Slash Vision Labs diperdagangkan di Rp59,22 (kapitalisasi pasar --, volume 24 jam Rp2,34M). Perbedaan utamanya: suplai beredar Chromia 987,4M CHR dibanding -- milik Slash Vision Labs, dan Chromia lebih aktif diperdagangkan (Rp11,02M vs Rp2,34M). Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 51 Hari dan Slash Vision Labs selama 10 Hari.
| CHR | SVL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp233,77M | -- |
Volume (24h) | Rp11,02M | Rp2,34M |
Suplai yang Beredar | 987,4M CHR | -- |
Typical Hold Time | 51 Hari | 10 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →Slash Vision Labs adalah platform pembayaran cryptocurrency yang dirancang untuk mempermudah penggunaan aset digital dalam transaksi sehari-hari. Sebagai pencipta kartu kredit berbasis crypto pertama yang sesuai regulasi di Jepang, Slash Vision Labs menjembatani keuangan tradisional dengan mata uang digital. Slash Card, bersama dengan token SVL, menjadi pintu masuk bagi pengguna baru di Jepang yang ingin menjelajahi dunia crypto. Dengan menghadirkan solusi pembayaran yang aman dan self-custodial, Slash Vision Labs memudahkan integrasi cryptocurrency ke dalam kehidupan sehari-hari.
Selengkapnya di halaman SVL →