Perbedaan Chromia dan ssv.network: Chromia diperdagangkan di Rp265 (kapitalisasi pasar Rp256,27M, volume 24 jam Rp33,73M), sedangkan ssv.network diperdagangkan di Rp36.197 (kapitalisasi pasar Rp580,45M, volume 24 jam Rp111,7M). Perbedaan utamanya: ssv.network jauh lebih besar — sekitar 2,3× kapitalisasi pasar Chromia, dan suplai Chromia dibatasi (974,8M / 978,1M CHR (100%)), sedangkan ssv.network terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 50 Hari dan ssv.network selama 30 Hari.
| CHR | SSV | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp256,27M | Rp580,45M |
Volume (24h) | Rp33,73M | Rp111,7M |
Suplai yang Beredar | 974,8M / 978,1M CHR (100%) | 16M SSV |
Typical Hold Time | 50 Hari | 30 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →ssv.network merupakan implementasi publik pertama dari SSV primitive, yang berasal dari penelitian yang dilakukan oleh Ethereum Foundation pada tahun 2019 dan sejak itu telah berkembang menjadi jaringan yang dikelola oleh DAO, didorong oleh komunitas staker, builder, dan node operator. Tujuannya berfungsi sebagai proyek teknologi validator terdistribusi (DVT) untuk validator Ethereum yang dikembangkan oleh Blox dengan pendanaan hibah yang didistribusikan ke tim dukungan dari SSV DAO Treasury.
Selengkapnya di halaman SSV →