Perbedaan Chromia dan Symbiosis: Chromia diperdagangkan di Rp265,87 (kapitalisasi pasar Rp258,71M, volume 24 jam Rp33,78M), sedangkan Symbiosis diperdagangkan di Rp293,08 (kapitalisasi pasar Rp34,08M, volume 24 jam Rp2,71M). Perbedaan utamanya: Chromia jauh lebih besar — sekitar 7,6× kapitalisasi pasar Symbiosis, dan suplai beredar Chromia 974,8M / 978,1M CHR (100%) dibanding 97M / 99,5M SIS (98%) milik Symbiosis. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 50 Hari dan Symbiosis selama 12 Hari.
| CHR | SIS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp258,71M | Rp34,08M |
Volume (24h) | Rp33,78M | Rp2,71M |
Suplai yang Beredar | 974,8M / 978,1M CHR (100%) | 97M / 99,5M SIS (98%) |
Typical Hold Time | 50 Hari | 12 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →Symbiosis adalah platform cross-chain swap yang menghilangkan kebutuhan untuk melakukan banyak transaksi. Platform ini menggabungkan likuiditas dari berbagai Automated Market Makers (AMM) dan Decentralized Exchanges (DEX) di jaringan EVM maupun non-EVM. Symbiosis menggunakan Relayers Network terdesentralisasi, yang terdiri dari node relayer untuk memverifikasi dan mentransfer informasi antar blockchain. Jaringan ini memastikan transfer data yang aman sekaligus meningkatkan keamanan dari titik kegagalan terpusat. Node relayer harus melakukan staking token SIS untuk ikut serta dalam konsensus dan memproses swap.
Selengkapnya di halaman SIS →