Perbedaan Chromia dan Scroll: Chromia diperdagangkan di Rp264,8 (kapitalisasi pasar Rp256,27M, volume 24 jam Rp33,73M), sedangkan Scroll diperdagangkan di Rp458,93 (kapitalisasi pasar Rp86,77M, volume 24 jam Rp32,6M). Perbedaan utamanya: Chromia jauh lebih besar — sekitar 3× kapitalisasi pasar Scroll, dan suplai beredar Chromia 974,8M / 978,1M CHR (100%) dibanding 190M / 1B SCR (19%) milik Scroll. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 50 Hari dan Scroll selama 25 Hari.
| CHR | SCR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp256,27M | Rp86,77M |
Volume (24h) | Rp33,73M | Rp32,6M |
Suplai yang Beredar | 974,8M / 978,1M CHR (100%) | 190M / 1B SCR (19%) |
Typical Hold Time | 50 Hari | 25 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →Scroll adalah solusi Layer 2 yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan skalabilitas jaringan Ethereum. Solusi ini memanfaatkan teknologi zkRollup, sebuah metode yang berperan penting dalam mengurangi biaya transaksi dan meningkatkan throughput transaksi di blockchain Ethereum. Dengan menggunakan zkRollups, Scroll bertujuan untuk mengatasi beberapa masalah utama yang dihadapi jaringan Ethereum saat ini, seperti gas fee yang tinggi dan kemacetan jaringan.
Selengkapnya di halaman SCR →