Perbedaan Chromia dan Saga: Chromia diperdagangkan di Rp264,8 (kapitalisasi pasar Rp256,27M, volume 24 jam Rp33,73M), sedangkan Saga diperdagangkan di Rp226,49 (kapitalisasi pasar Rp93,91M, volume 24 jam Rp90,21M). Perbedaan utamanya: Chromia jauh lebih besar — sekitar 2,7× kapitalisasi pasar Saga, dan suplai Chromia dibatasi (974,8M / 978,1M CHR (100%)), sedangkan Saga terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 50 Hari dan Saga selama 40 Hari.
| CHR | SAGA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp256,27M | Rp93,91M |
Volume (24h) | Rp33,73M | Rp90,21M |
Suplai yang Beredar | 974,8M / 978,1M CHR (100%) | 416,4M SAGA |
Typical Hold Time | 50 Hari | 40 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →Saga adalah protokol Layer 1 yang memungkinkan developer untuk secara otomatis meluncurkan rantai terdedikasi yang tidak tergantung pada VM, diparalelkan, dan interoperabel, atau 'Chainlets', yang menyediakan aplikasi dengan skalabilitas horizontal tak terbatas. Setiap Chainlet adalah replika dari Mainnet Saga, dengan kumpulan validator dan model keamanan yang sama.
Selengkapnya di halaman SAGA →