Perbedaan Chromia dan Sonic: Chromia diperdagangkan di Rp264,84 (kapitalisasi pasar Rp256,27M, volume 24 jam Rp33,73M), sedangkan Sonic diperdagangkan di Rp464,4 (kapitalisasi pasar Rp1,33T, volume 24 jam Rp158,05M). Perbedaan utamanya: Sonic jauh lebih besar — sekitar 5,2× kapitalisasi pasar Chromia, dan suplai Chromia dibatasi (974,8M / 978,1M CHR (100%)), sedangkan Sonic terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 50 Hari dan Sonic selama 31 Hari.
| CHR | S | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp256,27M | Rp1,33T |
Volume (24h) | Rp33,73M | Rp158,05M |
Suplai yang Beredar | 974,8M / 978,1M CHR (100%) | 2,9B S |
Typical Hold Time | 50 Hari | 31 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →Sonic adalah platform Layer 1 yang kompatibel dengan EVM, dirancang untuk mendukung developer dengan infrastruktur yang tangguh serta insentif menarik untuk proyek DeFi. Dengan lebih dari 10.000 TPS dan waktu konfirmasi di bawah satu detik, Sonic berkontribusi pada masa depan aplikasi terdesentralisasi (dApps).
Selengkapnya di halaman S →