Perbedaan Chromia dan Ronin: Chromia diperdagangkan di Rp236,79 (kapitalisasi pasar Rp233,53M, volume 24 jam Rp11,99M), sedangkan Ronin diperdagangkan di Rp887,62 (kapitalisasi pasar Rp682,44M, volume 24 jam Rp16,63M). Perbedaan utamanya: Ronin jauh lebih besar — sekitar 2,9× kapitalisasi pasar Chromia, dan suplai Ronin dibatasi (772,4M / 1B RONIN (78%)), sedangkan Chromia terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 51 Hari dan Ronin selama 53 Hari.
| CHR | RONIN | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp233,53M | Rp682,44M |
Volume (24h) | Rp11,99M | Rp16,63M |
Suplai yang Beredar | 987,4M CHR | 772,4M / 1B RONIN (78%) |
Typical Hold Time | 51 Hari | 53 Hari |
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →Ronin adalah blockchain EVM yang khusus dibuat untuk gaming. Diluncurkan oleh Sky Mavis, pencipta Web3 Axie Infinity yang telah menghasilkan pendapatan lebih dari $1.3 miliar, Ronin adalah satu-satunya blockchain yang terbukti dapat menyesuaikan skala sebuah game untuk menampung jutaan pengguna aktif harian dan telah memproses lebih dari $4 miliar volume NFT. Ronin dioptimalkan untuk transaksi hampir instan dan biaya yang sangat rendah yang memungkinkan jutaan transaksi dalam game terjadi dengan lancar, menjadikannya pilihan utama untuk game Web3.
Selengkapnya di halaman RONIN →