Perbedaan Chromia dan FC Porto Fan Token: Chromia diperdagangkan di Rp266,27 (kapitalisasi pasar Rp258,71M, volume 24 jam Rp33,78M), sedangkan FC Porto Fan Token diperdagangkan di Rp7.126 (kapitalisasi pasar Rp92,41M, volume 24 jam Rp20,31M). Perbedaan utamanya: Chromia jauh lebih besar — sekitar 2,8× kapitalisasi pasar FC Porto Fan Token, dan suplai beredar Chromia 974,8M / 978,1M CHR (100%) dibanding 13M / 40M PORTO (33%) milik FC Porto Fan Token. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 50 Hari dan FC Porto Fan Token selama 43 Hari.
| CHR | PORTO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp258,71M | Rp92,41M |
Volume (24h) | Rp33,78M | Rp20,31M |
Suplai yang Beredar | 974,8M / 978,1M CHR (100%) | 13M / 40M PORTO (33%) |
Typical Hold Time | 50 Hari | 43 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →PORTO adalah fan token pada jaringan BEP-20. Pemegang token dapat dengan mudah berinteraksi dengan pemain dari FC Porto dengan bantuan NFT yang dirilis oleh tim, dan dapat mengikuti meet & greet, mendapatkan merchandise bertandatangan, dan experience eksklusif lainnya. Para penggemar akan memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam aktivitas klub, karena token PORTO mereka dapat digunakan untuk voting dalam berbagai keputusan, termasuk memilih perlengkapan pemain dan anthem klub.
Selengkapnya di halaman PORTO →