Perbedaan Chromia dan PIVX: Chromia diperdagangkan di Rp265,69 (kapitalisasi pasar Rp256,27M, volume 24 jam Rp33,73M), sedangkan PIVX diperdagangkan di Rp680,04 (kapitalisasi pasar Rp72,86M, volume 24 jam Rp45,95M). Perbedaan utamanya: Chromia jauh lebih besar — sekitar 3,5× kapitalisasi pasar PIVX, dan suplai Chromia dibatasi (974,8M / 978,1M CHR (100%)), sedangkan PIVX terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 50 Hari dan PIVX selama 8 Hari.
| CHR | PIVX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp256,27M | Rp72,86M |
Volume (24h) | Rp33,73M | Rp45,95M |
Suplai yang Beredar | 974,8M / 978,1M CHR (100%) | 104,9M PIVX |
Typical Hold Time | 50 Hari | 8 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →PIVX, yang diluncurkan pada 2016, adalah proyek blockchain sumber terbuka yang terdesentralisasi dan dikelola oleh DAO yang dipimpin komunitas. PIVX menggunakan kriptografi canggih untuk melindungi data keuangan pengguna.
Selengkapnya di halaman PIVX →