Perbedaan Chromia dan Ordinals: Chromia diperdagangkan di Rp265,91 (kapitalisasi pasar Rp258,71M, volume 24 jam Rp33,78M), sedangkan Ordinals diperdagangkan di Rp63.967 (kapitalisasi pasar Rp1,35T, volume 24 jam Rp275,26M). Perbedaan utamanya: Ordinals jauh lebih besar — sekitar 5,2× kapitalisasi pasar Chromia, dan suplai beredar Chromia 974,8M / 978,1M CHR (100%) dibanding 21M / 21M ORDI (100%) milik Ordinals. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 50 Hari dan Ordinals selama 35 Hari.
| CHR | ORDI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp258,71M | Rp1,35T |
Volume (24h) | Rp33,78M | Rp275,26M |
Suplai yang Beredar | 974,8M / 978,1M CHR (100%) | 21M / 21M ORDI (100%) |
Typical Hold Time | 50 Hari | 35 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →Protokol Ordinals menuliskan informasi ke setiap satoshi (juga dikenal sebagai sat, unit terkecil Bitcoin), seperti teks, gambar, audio, video, dll. Karena batasan ukuran blok Bitcoin, informasi utama untuk inscription (minting) Bitcoin berupa teks dan gambar, dalam bentuk NFT dan token.
Selengkapnya di halaman ORDI →