Perbedaan Chromia dan OG Fan Token: Chromia diperdagangkan di Rp265,19 (kapitalisasi pasar Rp256,27M, volume 24 jam Rp33,73M), sedangkan OG Fan Token diperdagangkan di Rp47.195 (kapitalisasi pasar Rp221,94M, volume 24 jam Rp73,1M). Perbedaan utamanya: Chromia lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Chromia 974,8M / 978,1M CHR (100%) dibanding 4,7M / 5M OG (95%) milik OG Fan Token. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 50 Hari dan OG Fan Token selama 23 Hari.
| CHR | OG | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp256,27M | Rp221,94M |
Volume (24h) | Rp33,73M | Rp73,1M |
Suplai yang Beredar | 974,8M / 978,1M CHR (100%) | 4,7M / 5M OG (95%) |
Typical Hold Time | 50 Hari | 23 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →OG adalah fan token dari klub esport OG. Token ini memungkinkan penggemarnya untuk terlibat dalam kegiatan klub, termasuk voting untuk polling dalam aplikasi. Pemegang token akan mendapatkan reward, experience, dan konten eksklusif.
Selengkapnya di halaman OG →