Perbedaan Chromia dan AINFT: Chromia diperdagangkan di Rp264,78 (kapitalisasi pasar Rp256,27M, volume 24 jam Rp33,73M), sedangkan AINFT diperdagangkan di Rp0,0048877 (kapitalisasi pasar Rp4,81T, volume 24 jam Rp126,44M). Perbedaan utamanya: AINFT jauh lebih besar — sekitar 18,8× kapitalisasi pasar Chromia, dan suplai beredar Chromia 974,8M / 978,1M CHR (100%) dibanding 990,1T / 1.000T NFT (100%) milik AINFT. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 50 Hari dan AINFT selama 18 Hari.
| CHR | NFT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp256,27M | Rp4,81T |
Volume (24h) | Rp33,73M | Rp126,44M |
Suplai yang Beredar | 974,8M / 978,1M CHR (100%) | 990,1T / 1.000T NFT (100%) |
Typical Hold Time | 50 Hari | 18 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →NEFTiPEDiA adalah marketplace yang menyediakan tempat terdesentralisasi untuk menjual karya seni digital, multimedia, dan berbagai aset bernilai lainnya.
Selengkapnya di halaman NFT →