Perbedaan Chromia dan MX Token: Chromia diperdagangkan di Rp267,7 (kapitalisasi pasar Rp258,71M, volume 24 jam Rp33,78M), sedangkan MX Token diperdagangkan di Rp29.702 (kapitalisasi pasar Rp2,72T, volume 24 jam Rp87,33M). Perbedaan utamanya: MX Token jauh lebih besar — sekitar 10,5× kapitalisasi pasar Chromia, dan suplai beredar Chromia 974,8M / 978,1M CHR (100%) dibanding 91,8M / 413,8M MX (23%) milik MX Token. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 50 Hari dan MX Token selama 19 Hari.
| CHR | MX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp258,71M | Rp2,72T |
Volume (24h) | Rp33,78M | Rp87,33M |
Suplai yang Beredar | 974,8M / 978,1M CHR (100%) | 91,8M / 413,8M MX (23%) |
Typical Hold Time | 50 Hari | 19 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →MX adalah token crypto asli yang diluncurkan oleh bursa terpusat (CEX) MEXC pada tahun 2019. MX menjadi penggerak ekosistem MEXC dan memberikan pemegangnya akses ke fitur serta manfaat unik di dalam platform. Pemegang MX memiliki hak untuk memberikan suara dalam keputusan bisnis, berpartisipasi dalam pemilihan tim, dan menikmati akses prioritas ke berbagai kegiatan dan acara.
Selengkapnya di halaman MX →