Perbedaan Chromia dan IOTA: Chromia diperdagangkan di Rp266,23 (kapitalisasi pasar Rp256,27M, volume 24 jam Rp33,73M), sedangkan IOTA diperdagangkan di Rp667,5 (kapitalisasi pasar Rp3,02T, volume 24 jam Rp135,38M). Perbedaan utamanya: IOTA jauh lebih besar — sekitar 11,8× kapitalisasi pasar Chromia, dan suplai Chromia dibatasi (974,8M / 978,1M CHR (100%)), sedangkan IOTA terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 50 Hari dan IOTA selama 48 Hari.
| CHR | MIOTA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp256,27M | Rp3,02T |
Volume (24h) | Rp33,73M | Rp135,38M |
Suplai yang Beredar | 974,8M / 978,1M CHR (100%) | 4,5B MIOTA |
Typical Hold Time | 50 Hari | 48 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →IOTA adalah ledger terdistribusi dengan sebuah perbedaan signifikan: ini bukanlah sebuah blockchain. Melainkan, teknologi tersendiri yang dikenal sebagai Tangle, sebuah sistem node untuk mengkonfirmasi transaksi. Yayasan yang mengelola platform ini mengatakan IOTA menawarkan kecepatan yang melebihi blockchain konvensional serta landasan ideal bagi ekosistem Internet of Things yang terus berkembang.
Selengkapnya di halaman MIOTA →