Perbedaan Chromia dan Mina: Chromia diperdagangkan di Rp266,05 (kapitalisasi pasar Rp258,71M, volume 24 jam Rp33,78M), sedangkan Mina diperdagangkan di Rp781,33 (kapitalisasi pasar Rp1T, volume 24 jam Rp93,85M). Perbedaan utamanya: Mina jauh lebih besar — sekitar 3,9× kapitalisasi pasar Chromia, dan suplai Chromia dibatasi (974,8M / 978,1M CHR (100%)), sedangkan Mina terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 50 Hari dan Mina selama 61 Hari.
| CHR | MINA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp258,71M | Rp1T |
Volume (24h) | Rp33,78M | Rp93,85M |
Suplai yang Beredar | 974,8M / 978,1M CHR (100%) | 1,3B MINA |
Typical Hold Time | 50 Hari | 61 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →Protokol Mina adalah “blockchain ringkas” yang dibuat untuk membatasi persyaratan komputasi agar dapat menjalankan DApps dengan lebih efisien. Mina telah digambarkan sebagai blockchain teringan di dunia karena ukurannya dirancang untuk tetap konstan meskipun ada pertumbuhan dalam penggunaan.
Selengkapnya di halaman MINA →