Perbedaan Chromia dan Merlin Chain: Chromia diperdagangkan di Rp265,69 (kapitalisasi pasar Rp256,27M, volume 24 jam Rp33,73M), sedangkan Merlin Chain diperdagangkan di Rp309,87 (kapitalisasi pasar Rp406,59M, volume 24 jam Rp47,1M). Perbedaan utamanya: Merlin Chain lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Chromia 974,8M / 978,1M CHR (100%) dibanding 1,3B / 2,1B MERL (63%) milik Merlin Chain. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 50 Hari dan Merlin Chain selama 9 Hari.
| CHR | MERL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp256,27M | Rp406,59M |
Volume (24h) | Rp33,73M | Rp47,1M |
Suplai yang Beredar | 974,8M / 978,1M CHR (100%) | 1,3B / 2,1B MERL (63%) |
Typical Hold Time | 50 Hari | 9 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →Merlin Chain adalah solusi Layer 2 untuk Bitcoin yang mengintegrasikan jaringan ZK-Rollup, jaringan oracle terdesentralisasi, dan fraud proofs. Tujuannya adalah meningkatkan aset, protokol, dan aplikasi Layer 1 Bitcoin, mendorong inovasi, dan memaksimalkan potensi aset di Layer 2. Token asli, MERL, digunakan untuk staking guna mendukung keamanan Merlin Chain.
Selengkapnya di halaman MERL →