Perbedaan Chromia dan Mantra: Chromia diperdagangkan di Rp234,64 (kapitalisasi pasar Rp231,77M, volume 24 jam Rp12,24M), sedangkan Mantra diperdagangkan di Rp88,74 (kapitalisasi pasar Rp494,79M, volume 24 jam Rp84,42M). Perbedaan utamanya: Mantra jauh lebih besar — sekitar 2,1× kapitalisasi pasar Chromia, dan suplai Mantra dibatasi (5,6B / 10B MANTRA (56%)), sedangkan Chromia terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 51 Hari dan Mantra selama 22 Hari.
| CHR | MANTRA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp231,77M | Rp494,79M |
Volume (24h) | Rp12,24M | Rp84,42M |
Suplai yang Beredar | 987,4M CHR | 5,6B / 10B MANTRA (56%) |
Typical Hold Time | 51 Hari | 22 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
CHR saat ini diperdagangkan pada Rp236,86 dengan sinyal teknis bearish didominasi oleh moving averages. Token berada di zona support kritis antara S1 (Rp235) dan S2 (Rp231), dengan momentum netral berdasarkan osilator. Market cap mencapai Rp232,81M dengan supply beredar 987,4 juta CHR. Tidak ada update protokol signifikan yang tercatat dalam 30 hari terakhir berdasarkan data CoinGecko per 2026.
Outlook jangka pendek cenderung hati-hati dengan tekanan jual dominan. Peluang terletak pada rebound dari support kuat di Rp225, sementara risiko utama adalah breakdown di bawah level support yang memicu penurunan lebih dalam. Perhatian pada volume trading dan aktivitas jaringan diperlukan untuk konfirmasi arah selanjutnya.
MANTRA saat ini diperdagangkan di zona bearish dengan harga Rp89,266 dan kapitalisasi pasar Rp495,72 juta. Sinyal teknis secara keseluruhan menunjukkan tekanan jual yang kuat dengan moving averages seluruhnya bearish. Token ini memiliki sirkulasi 56% dari total supply 10 juta token dengan rata-rata hold time 22 hari. Tidak ada update protokol atau perkembangan ekosistem signifikan yang tercatat dalam periode terakhir.
Outlook jangka pendek cenderung bearish dengan risiko volatilitas tinggi. Peluang utama terletak pada potensi rebound dari level support Rp85, sementara risiko utama adalah tekanan jual berkelanjutan dan likuiditas terbatas. Investor perlu waspada terhadap volatilitas crypto dan memantau perkembangan ekosistem proyek.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →MANTRA adalah blockchain Layer 1 berorientasi pada kepatuhan yang dirancang untuk tokenisasi dan pengelolaan aset dunia nyata dalam kerangka regulasi. Ditujukan untuk institusi, jaringan ini memungkinkan aset seperti properti dibawa on-chain dengan kontrol hukum dan regulasi yang tertanam. MANTRA kompatibel dengan EVM, sehingga developer dapat menggunakan tools Ethereum yang familiar dengan fitur kepatuhan khusus.
Selengkapnya di halaman MANTRA →