Perbedaan Chromia dan Terra: Chromia diperdagangkan di Rp236,47 (kapitalisasi pasar Rp233,49M, volume 24 jam Rp11,12M), sedangkan Terra diperdagangkan di Rp758,08 (kapitalisasi pasar Rp539,02M, volume 24 jam Rp69,13M). Perbedaan utamanya: Terra jauh lebih besar — sekitar 2,3× kapitalisasi pasar Chromia, dan suplai beredar Chromia 987,4M CHR dibanding 710M LUNA milik Terra. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 51 Hari dan Terra selama 82 Hari.
| CHR | LUNA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp233,49M | Rp539,02M |
Volume (24h) | Rp11,12M | Rp69,13M |
Suplai yang Beredar | 987,4M CHR | 710M LUNA |
Typical Hold Time | 51 Hari | 82 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →Protokol Terra 2.0 adalah protokol blockchain publik yang terdesentralisasi dan open-source. Luna adalah token staking asli protokol Terra yang digunakan untuk tata kelola dan penambangan. Jaringan Terra 2.0 tidak akan memiliki stablecoin, dan pemegang jaringan Terra Classic lama akan mendapatkan koin asli Luna yang baru. Dalam rencananya, pengembang ekosistem Terra akan bermigrasi dan menyebarkan dapps mereka di blockchain baru.
Selengkapnya di halaman LUNA →