Perbedaan Chromia dan Liquity: Chromia diperdagangkan di Rp265,51 (kapitalisasi pasar Rp256,27M, volume 24 jam Rp33,73M), sedangkan Liquity diperdagangkan di Rp3.056 (kapitalisasi pasar Rp293,74M, volume 24 jam Rp33,51M). Perbedaan utamanya: Chromia dan Liquity berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Chromia 974,8M / 978,1M CHR (100%) dibanding 96,3M / 100M LQTY (97%) milik Liquity. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 50 Hari dan Liquity selama 21 Hari.
| CHR | LQTY | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp256,27M | Rp293,74M |
Volume (24h) | Rp33,73M | Rp33,51M |
Suplai yang Beredar | 974,8M / 978,1M CHR (100%) | 96,3M / 100M LQTY (97%) |
Typical Hold Time | 50 Hari | 21 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →Liquity adalah protokol peminjaman terdesentralisasi di Ethereum yang menggunakan LQTY, stablecoin yang dipatok pada USD. Pemegang Ether dapat meminjam LQTY dengan biaya penukaran dan penerbitan pinjaman yang disesuaikan secara algoritmis.
Selengkapnya di halaman LQTY →