Perbedaan Chromia dan Livepeer: Chromia diperdagangkan di Rp265,91 (kapitalisasi pasar Rp258,71M, volume 24 jam Rp33,78M), sedangkan Livepeer diperdagangkan di Rp27.556 (kapitalisasi pasar Rp1,36T, volume 24 jam Rp80,51M). Perbedaan utamanya: Livepeer jauh lebih besar — sekitar 5,3× kapitalisasi pasar Chromia, dan suplai Chromia dibatasi (974,8M / 978,1M CHR (100%)), sedangkan Livepeer terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 50 Hari dan Livepeer selama 28 Hari.
| CHR | LPT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp258,71M | Rp1,36T |
Volume (24h) | Rp33,78M | Rp80,51M |
Suplai yang Beredar | 974,8M / 978,1M CHR (100%) | 49,7M LPT |
Typical Hold Time | 50 Hari | 28 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →Livepeer adalah protokol jaringan streaming video pertama yang terdesentralisasi penuh. Platform open-source ini memungkinkan pengguna dan pengembang untuk bebas berpartisipasi dalam pengelolaan dan peningkatan platform. Livepeer juga menawarkan peluang untuk konsumsi konten pay-as-you-go, layanan video sosial auto-scaling, liputan berita langsung tanpa sensor, dan dApps video.
Selengkapnya di halaman LPT →