Perbedaan Chromia dan Solayer: Chromia diperdagangkan di Rp238,64 (kapitalisasi pasar Rp233,67M, volume 24 jam Rp16,46M), sedangkan Solayer diperdagangkan di Rp1.034 (kapitalisasi pasar Rp496,17M, volume 24 jam Rp199,48M). Perbedaan utamanya: Solayer jauh lebih besar — sekitar 2,1× kapitalisasi pasar Chromia, dan suplai Chromia dibatasi (974,8M / 978,1M CHR (100%)), sedangkan Solayer terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 51 Hari dan Solayer selama 35 Hari.
| CHR | LAYER | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp233,67M | Rp496,17M |
Volume (24h) | Rp16,46M | Rp199,48M |
Suplai yang Beredar | 974,8M / 978,1M CHR (100%) | 475,5M LAYER |
Typical Hold Time | 51 Hari | 35 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →Solayer adalah blockchain pertama yang menggunakan chip perangkat keras khusus untuk mencapai lebih dari 1 juta transaksi per detik dan kecepatan jaringan ultra-cepat. Arsitektur InfiniSVM menggunakan teknologi canggih seperti SDN, RDMA, dan InfiniBand untuk meningkatkan kinerja dan mengurangi latensi. Ini memungkinkan aplikasi blockchain hampir instan dengan skala besar.
Selengkapnya di halaman LAYER →