Perbedaan Chromia dan KernelDAO: Chromia diperdagangkan di Rp239,52 (kapitalisasi pasar Rp233,4M, volume 24 jam Rp15,39M), sedangkan KernelDAO diperdagangkan di Rp644,84 (kapitalisasi pasar Rp183,87M, volume 24 jam Rp111,11M). Perbedaan utamanya: Chromia lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Chromia 974,8M / 978,1M CHR (100%) dibanding 286,3M / 1B KERNEL (29%) milik KernelDAO. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 51 Hari dan KernelDAO selama 14 Hari.
| CHR | KERNEL | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp233,4M | Rp183,87M |
Volume (24h) | Rp15,39M | Rp111,11M |
Suplai yang Beredar | 974,8M / 978,1M CHR (100%) | 286,3M / 1B KERNEL (29%) |
Typical Hold Time | 51 Hari | 14 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →KernelDAO adalah platform terdesentralisasi yang menawarkan produk restaking seperti Kelp dan Gain untuk membantu pengguna memaksimalkan pendapatan dan mengamankan likuiditas. Kelp memungkinkan restaking Ethereum secara likuid di berbagai platform, sementara Gain menyediakan brankas untuk potensi pendapatan. KernelDAO bertujuan untuk membangun ekosistem yang saling terhubung untuk keuangan terdesentralisasi dan keamanan ekonomi.
Selengkapnya di halaman KERNEL →