Pergerakan harga dalam 24 jam terakhir
Perbedaan Chromia dan Story: Chromia diperdagangkan di Rp263,51 (kapitalisasi pasar Rp255,83M, volume 24 jam Rp36,86M), sedangkan Story diperdagangkan di Rp5.692 (kapitalisasi pasar Rp1,92T, volume 24 jam Rp231,18M). Perbedaan utamanya: Story jauh lebih besar — sekitar 7,5× kapitalisasi pasar Chromia, dan suplai Chromia dibatasi (974,8M / 978,1M CHR (100%)), sedangkan Story terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 50 Hari dan Story selama 22 Hari.
| CHR | IP | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp255,83M | Rp1,92T |
Volume (24h) | Rp36,86M | Rp231,18M |
Suplai yang Beredar | 974,8M / 978,1M CHR (100%) | 356,6M IP |
Typical Hold Time | 50 Hari | 22 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Chromia (CHR) saat ini diperdagangkan pada Rp286,3 dengan kapitalisasi pasar Rp279,84 juta, menunjukkan posisi netral dalam jangka pendek. Token berada di zona pivot point (Rp285) dengan tekanan jual dan beli seimbang. Sirkulasi supply mencapai 100% dengan hold time rata-rata 50 hari, mengindikasikan distribusi token yang matang. Secara teknis, moving averages menunjukkan sinyal bearish sementara osilator netral, menciptakan kondisi konsolidasi.
Outlook keseluruhan netral dengan peluang rebound dari support kuat di Rp249 dan risiko volatilitas tinggi. Investor perlu memantau breakout di atas resistance Rp307 untuk konfirmasi momentum bullish, sementara break di bawah Rp249 dapat memicu penurunan lebih lanjut. Risiko utama termasuk likuiditas terbatas dan sensitivitas terhadap sentimen pasar crypto secara keseluruhan.
Token IP menunjukkan sinyal teknis bearish dengan market cap Rp1,92 triliun dan supply beredar 356,6 juta token. RSI dalam zona netral (38,61-44,85) namun moving averages menunjukkan tekanan jual kuat. Support kunci berada di level Rp4.809-Rp5.208, sementara resistance di Rp5.607-Rp6.006. Hold time rata-rata 22 hari mengindikasikan aktivitas trading jangka pendek.
Outlook keseluruhan cenderung bearish dengan risiko volatilitas tinggi. Peluang muncul jika token mampu bertahan di atas support Rp5.208, namun tekanan jual dari moving averages tetap menjadi tantangan utama. Investor perlu waspada terhadap likuiditas terbatas dan sensitivitas terhadap sentimen pasar crypto secara keseluruhan.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →Story adalah blockchain Layer 1 yang dirancang sebagai fondasi untuk hak kekayaan intelektual (IP) di internet. Platform ini memungkinkan para kreator untuk mendaftarkan, melisensikan, dan memonetisasi aset IP mereka secara mudah. Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, Story menyediakan kerangka kerja yang transparan dan efisien untuk atribusi, lisensi, dan komersialisasi IP.
Selengkapnya di halaman IP →