Perbedaan Chromia dan Immutable: Chromia diperdagangkan di Rp264,45 (kapitalisasi pasar Rp255,83M, volume 24 jam Rp36,86M), sedangkan Immutable diperdagangkan di Rp2.386 (kapitalisasi pasar Rp4,82T, volume 24 jam Rp193,84M). Perbedaan utamanya: Immutable jauh lebih besar — sekitar 18,8× kapitalisasi pasar Chromia, dan suplai beredar Chromia 974,8M / 978,1M CHR (100%) dibanding 2B / 2B IMX (100%) milik Immutable. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 50 Hari dan Immutable selama 47 Hari.
| CHR | IMX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp255,83M | Rp4,82T |
Volume (24h) | Rp36,86M | Rp193,84M |
Suplai yang Beredar | 974,8M / 978,1M CHR (100%) | 2B / 2B IMX (100%) |
Typical Hold Time | 50 Hari | 47 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →Immutable X adalah solusi scaling layer-two pertama untuk NFT pada Ethereum. IMX adalah token utility native ERC-20 yang dapat digunakan untuk biaya layanan, staking, dan tata kelola. Sejumlah 20% dari biaya protokol harus dibayar dalam IMX, dan pengguna bisa staking IMX untuk menerima bagian dari biaya jaringan.
Selengkapnya di halaman IMX →