Perbedaan Chromia dan Huma Finance: Chromia diperdagangkan di Rp264,82 (kapitalisasi pasar Rp256,27M, volume 24 jam Rp33,73M), sedangkan Huma Finance diperdagangkan di Rp400,79 (kapitalisasi pasar Rp1,3T, volume 24 jam Rp130,35M). Perbedaan utamanya: Huma Finance jauh lebih besar — sekitar 5,1× kapitalisasi pasar Chromia, dan suplai beredar Chromia 974,8M / 978,1M CHR (100%) dibanding 3,3B / 10B HUMA (33%) milik Huma Finance. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 50 Hari dan Huma Finance selama 13 Hari.
| CHR | HUMA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp256,27M | Rp1,3T |
Volume (24h) | Rp33,73M | Rp130,35M |
Suplai yang Beredar | 974,8M / 978,1M CHR (100%) | 3,3B / 10B HUMA (33%) |
Typical Hold Time | 50 Hari | 13 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →Huma Finance adalah jaringan PayFi pertama yang memungkinkan pembiayaan pembayaran global dengan likuiditas instan—kapan saja dan di mana saja. Huma memungkinkan institusi pembayaran di seluruh dunia untuk menyelesaikan transaksi secara real-time menggunakan stablecoin dan likuiditas on-chain. Teknologi ini mendukung berbagai kasus penggunaan PayFi seperti pembayaran lintas negara, kartu kredit, dan pembiayaan perdagangan, serta membuka peluang untuk solusi baru seperti pembiayaan DePIN.
Selengkapnya di halaman HUMA →