Perbedaan Chromia dan Holo: Chromia diperdagangkan di Rp264,96 (kapitalisasi pasar Rp258,71M, volume 24 jam Rp33,78M), sedangkan Holo diperdagangkan di Rp6,51 (kapitalisasi pasar Rp1,14T, volume 24 jam Rp298,49M). Perbedaan utamanya: Holo jauh lebih besar — sekitar 4,4× kapitalisasi pasar Chromia, dan suplai Chromia dibatasi (974,8M / 978,1M CHR (100%)), sedangkan Holo terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 50 Hari dan Holo selama 159 Hari.
| CHR | HOT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp258,71M | Rp1,14T |
Volume (24h) | Rp33,78M | Rp298,49M |
Suplai yang Beredar | 974,8M / 978,1M CHR (100%) | 176,4B HOT |
Typical Hold Time | 50 Hari | 159 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →Holo adalah platform terdistribusi peer-to-peer untuk menampung aplikasi terdesentralisasi yang dibangun menggunakan Holochain, kerangka kerja untuk mengembangkan DApps yang tidak memerlukan penggunaan teknologi blockchain. Holo dirancang sebagai jembatan antara Holochain, yang mewakili dunia teknologi kripto, dan pengguna sehari-hari. Proyek ini menyoroti beberapa inovasi yang dikatakannya akan "memungkinkan perubahan besar dalam lanskap aplikasi dan mata uang kripto," termasuk kemampuan untuk meng-host aplikasi P2P di internet untuk pengguna mainstream.
Selengkapnya di halaman HOT →