Perbedaan Chromia dan GT Protocol: Chromia diperdagangkan di Rp266,58 (kapitalisasi pasar Rp258,71M, volume 24 jam Rp33,78M), sedangkan GT Protocol diperdagangkan di Rp143,42 (kapitalisasi pasar Rp9,97M, volume 24 jam Rp3,76M). Perbedaan utamanya: Chromia jauh lebih besar — sekitar 25,9× kapitalisasi pasar GT Protocol, dan suplai beredar Chromia 974,8M / 978,1M CHR (100%) dibanding 68,8M / 75M GTAI (92%) milik GT Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 50 Hari dan GT Protocol selama 16 Hari.
| CHR | GTAI | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp258,71M | Rp9,97M |
Volume (24h) | Rp33,78M | Rp3,76M |
Suplai yang Beredar | 974,8M / 978,1M CHR (100%) | 68,8M / 75M GTAI (92%) |
Typical Hold Time | 50 Hari | 16 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →Protokol GT menghadirkan ekosistem kuat yang menggabungkan protokol investasi untuk manajemen dana Web3 terdesentralisasi dengan Teknologi Eksekusi AI Blockchain, semuanya dapat diakses melalui GT API SDK. Ekosistem ini mencakup GT APP, platform investasi Web3 yang telah menarik pengguna terdaftar. GT Protocol juga telah mencapai tonggak penting, seperti menjadi broker resmi untuk Binance dan menjalin kemitraan dengan blockchain TRON.
Selengkapnya di halaman GTAI →