Perbedaan Chromia dan The Graph: Chromia diperdagangkan di Rp266,62 (kapitalisasi pasar Rp260,74M, volume 24 jam Rp34,94M), sedangkan The Graph diperdagangkan di Rp314,47 (kapitalisasi pasar Rp3,4T, volume 24 jam Rp207,33M). Perbedaan utamanya: The Graph jauh lebih besar — sekitar 13× kapitalisasi pasar Chromia, dan suplai Chromia dibatasi (974,8M / 978,1M CHR (100%)), sedangkan The Graph terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 50 Hari dan The Graph selama 95 Hari.
| CHR | GRT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp260,74M | Rp3,4T |
Volume (24h) | Rp34,94M | Rp207,33M |
Suplai yang Beredar | 974,8M / 978,1M CHR (100%) | 10,9B GRT |
Typical Hold Time | 50 Hari | 95 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Chromia (CHR) saat ini diperdagangkan di zona netral dengan harga Rp268,43, mendekati support kunci di Rp265. Secara teknis, sinyal keseluruhan netral dengan indikator moving average bearish namun osilator netral. Token ini telah mencapai sirkulasi penuh 100% dengan supply maksimum 978,1 juta CHR. Tidak ada update protokol signifikan yang dilaporkan dalam beberapa bulan terakhir berdasarkan data CoinGecko per Juli 2026.
Outlook keseluruhan netral dengan risiko volatilitas tinggi khas crypto. Peluang utama terletak pada potensi rebound dari support Rp265, sementara risiko termasuk tekanan bearish dari moving average dan rendahnya aktivitas jaringan. Investor harus memantau volume perdagangan dan perkembangan ekosistem blockchain Chromia.
The Graph (GRT) saat ini diperdagangkan pada Rp315,52 dengan sinyal teknis bearish jangka pendek berdasarkan moving averages, namun RSI_6 menunjukkan kondisi oversold yang berpotensi rebound. Market cap mencapai Rp3,4T dengan sirkulasi 10,9M token. Tidak ada update protokol signifikan yang dilaporkan, sementara aktivitas jaringan tetap stabil.
Outlook keseluruhan netral-bearish dengan peluang rebound teknis dari level support Rp313, namun risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual masih dominan. Investor perlu waspada terhadap likuiditas terbatas dan sentimen pasar kripto yang masih hati-hati.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →The Graph adalah protokol yang mengatur data blockchain dan membuatnya mudah diakses. Protokol ini mendukung banyak aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang paling banyak digunakan dan ekosistem Web3 yang lebih luas.
Selengkapnya di halaman GRT →