Perbedaan Chromia dan GMX: Chromia diperdagangkan di Rp268,06 (kapitalisasi pasar Rp258,71M, volume 24 jam Rp33,78M), sedangkan GMX diperdagangkan di Rp102.020 (kapitalisasi pasar Rp1,06T, volume 24 jam Rp44,65M). Perbedaan utamanya: GMX jauh lebih besar — sekitar 4,1× kapitalisasi pasar Chromia, dan suplai beredar Chromia 974,8M / 978,1M CHR (100%) dibanding 10,4M / 13,3M GMX (79%) milik GMX. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 50 Hari dan GMX selama 45 Hari.
| CHR | GMX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp258,71M | Rp1,06T |
Volume (24h) | Rp33,78M | Rp44,65M |
Suplai yang Beredar | 974,8M / 978,1M CHR (100%) | 10,4M / 13,3M GMX (79%) |
Typical Hold Time | 50 Hari | 45 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →