Perbedaan Chromia dan Moonbeam: Chromia diperdagangkan di Rp264,05 (kapitalisasi pasar Rp255,83M, volume 24 jam Rp36,86M), sedangkan Moonbeam diperdagangkan di Rp159,14 (kapitalisasi pasar Rp187,85M, volume 24 jam Rp80,49M). Perbedaan utamanya: Chromia lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Chromia dibatasi (974,8M / 978,1M CHR (100%)), sedangkan Moonbeam terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 50 Hari dan Moonbeam selama 48 Hari.
| CHR | GLMR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp255,83M | Rp187,85M |
Volume (24h) | Rp36,86M | Rp80,49M |
Suplai yang Beredar | 974,8M / 978,1M CHR (100%) | 1,2B GLMR |
Typical Hold Time | 50 Hari | 48 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →Moonbeam adalah parachain kontrak pintar di Polkadot yang kompatibel dengan Ethereum. Melalui Moonbeam, pengembang bisa porting dApps Ethereum yang telah ada ke Polkadot atau membuat dApps tanpa izin yang baru dengan menggunakan tool pengembangan Ethereum yang serupa. Pengembang Ethereum juga bisa mengatasi tantangan skalabilitas akibat dari biaya dan batasan jaringan Ethereum.
Selengkapnya di halaman GLMR →