Perbedaan Chromia dan Gas: Chromia diperdagangkan di Rp264,8 (kapitalisasi pasar Rp256,27M, volume 24 jam Rp33,73M), sedangkan Gas diperdagangkan di Rp18.794 (kapitalisasi pasar Rp1,21T, volume 24 jam Rp42,31M). Perbedaan utamanya: Gas jauh lebih besar — sekitar 4,7× kapitalisasi pasar Chromia, dan suplai Chromia dibatasi (974,8M / 978,1M CHR (100%)), sedangkan Gas terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 50 Hari dan Gas selama 47 Hari.
| CHR | GAS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp256,27M | Rp1,21T |
Volume (24h) | Rp33,73M | Rp42,31M |
Suplai yang Beredar | 974,8M / 978,1M CHR (100%) | 65M GAS |
Typical Hold Time | 50 Hari | 47 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →GAS adalah token NEP-17 di Neo yang digunakan untuk menyelesaikan biaya transaksi jaringan Neo. Neo sendiri adalah blockchain Layer-1 yang memanfaatkan Neo Virtual Machine (NVM) untuk mengeksekusi kontrak pintar dan melayani pengalaman developer dengan mendukung berbagai bahasa pemrograman. Neo menggunakan mekanisme konsensus Byzantine Fault Tolerance (dBFT) yang didelegasikan untuk mencapai konsensus jaringan.
Selengkapnya di halaman GAS →