Perbedaan Chromia dan FIO Protocol: Chromia diperdagangkan di Rp265,91 (kapitalisasi pasar Rp258,71M, volume 24 jam Rp33,78M), sedangkan FIO Protocol diperdagangkan di Rp16,26 (kapitalisasi pasar Rp31,51M, volume 24 jam Rp66,75M). Perbedaan utamanya: Chromia jauh lebih besar — sekitar 8,2× kapitalisasi pasar FIO Protocol, dan suplai beredar Chromia 974,8M / 978,1M CHR (100%) dibanding 847,4M / 1B FIO (85%) milik FIO Protocol. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 50 Hari dan FIO Protocol selama 30 Hari.
| CHR | FIO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp258,71M | Rp31,51M |
Volume (24h) | Rp33,78M | Rp66,75M |
Suplai yang Beredar | 974,8M / 978,1M CHR (100%) | 847,4M / 1B FIO (85%) |
Typical Hold Time | 50 Hari | 30 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →FIO Protocol (FIO) adalah solusi usability terdesentralisasi dan sumber terbuka yang bertujuan untuk mempermudah transaksi mata uang kripto di semua blockchain. Hal ini dilakukan dengan mengganti alamat dompet yang kompleks dengan satu Crypto Handle yang dapat disesuaikan dan mudah dibaca, dalam format username@domain. FIO Crypto Handle dapat digunakan untuk mengirim, menerima, meminta, dan menandatangani berbagai jenis transaksi mata uang kripto dengan mudah, seperti mengirim email.
Selengkapnya di halaman FIO →