Perbedaan Chromia dan Enso: Chromia diperdagangkan di Rp265,87 (kapitalisasi pasar Rp258,71M, volume 24 jam Rp33,78M), sedangkan Enso diperdagangkan di Rp12.716 (kapitalisasi pasar Rp261,95M, volume 24 jam Rp156,24M). Perbedaan utamanya: Chromia dan Enso berukuran mirip dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Chromia 974,8M / 978,1M CHR (100%) dibanding 20,6M / 127,3M ENSO (17%) milik Enso. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 50 Hari dan Enso selama 8 Hari.
| CHR | ENSO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp258,71M | Rp261,95M |
Volume (24h) | Rp33,78M | Rp156,24M |
Suplai yang Beredar | 974,8M / 978,1M CHR (100%) | 20,6M / 127,3M ENSO (17%) |
Typical Hold Time | 50 Hari | 8 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →Enso adalah protokol infrastruktur blockchain yang menyederhanakan pengembangan lintas chain melalui komponen dan logika eksekusi terstandarisasi. Protokol ini menghubungkan berbagai jaringan menggunakan Actions dan Shortcuts yang dapat digunakan ulang, sehingga developer tidak perlu membangun integrasi kompleks dari awal. Dengan arsitektur berbasis intent, pengguna cukup menentukan hasil yang diinginkan sementara Enso menangani proses routing dan eksekusi secara efisien di berbagai chain.
Selengkapnya di halaman ENSO →