Perbedaan Chromia dan Ethereum Name Service: Chromia diperdagangkan di Rp264,45 (kapitalisasi pasar Rp255,83M, volume 24 jam Rp36,86M), sedangkan Ethereum Name Service diperdagangkan di Rp73.993 (kapitalisasi pasar Rp3,04T, volume 24 jam Rp176,4M). Perbedaan utamanya: Ethereum Name Service jauh lebih besar — sekitar 11,9× kapitalisasi pasar Chromia, dan suplai Chromia dibatasi (974,8M / 978,1M CHR (100%)), sedangkan Ethereum Name Service terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 50 Hari dan Ethereum Name Service selama 30 Hari.
| CHR | ENS | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp255,83M | Rp3,04T |
Volume (24h) | Rp36,86M | Rp176,4M |
Suplai yang Beredar | 974,8M / 978,1M CHR (100%) | 40,9M ENS |
Typical Hold Time | 50 Hari | 30 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →Ethereum Name Service adalah sistem penamaan terdistribusi, terbuka, dan dapat diperluas yang berbasis di blockchain Ethereum. ENS adalah token tata kelola yang digunakan untuk mengatur protokol dan memengaruhi keputusan dalam menentukan harga address .eth dan price oracle. Pemilik token juga bisa mendelegasikan token mereka ke DAO untuk pemungutan suara.
Selengkapnya di halaman ENS →