Perbedaan Chromia dan Dolomite: Chromia diperdagangkan di Rp265,37 (kapitalisasi pasar Rp256,27M, volume 24 jam Rp33,73M), sedangkan Dolomite diperdagangkan di Rp394,65 (kapitalisasi pasar Rp174,22M, volume 24 jam Rp47,89M). Perbedaan utamanya: Chromia lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai beredar Chromia 974,8M / 978,1M CHR (100%) dibanding 441,6M / 1B DOLO (45%) milik Dolomite. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 50 Hari dan Dolomite selama 12 Hari.
| CHR | DOLO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp256,27M | Rp174,22M |
Volume (24h) | Rp33,73M | Rp47,89M |
Suplai yang Beredar | 974,8M / 978,1M CHR (100%) | 441,6M / 1B DOLO (45%) |
Typical Hold Time | 50 Hari | 12 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →Dolomite adalah protokol pasar uang dan perdagangan terdesentralisasi yang menawarkan solusi efisien untuk pinjam-meminjam dan trading. Berbeda dari platform DeFi tradisional, Dolomite memungkinkan pengguna mempertahankan fungsi aset mereka sambil menggunakannya sebagai jaminan melalui sistem Dynamic Collateral, sehingga bisa staking, voting, dan mendapatkan reward sekaligus meminjam.
Selengkapnya di halaman DOLO →