Perbedaan Chromia dan Cronos: Chromia diperdagangkan di Rp265,15 (kapitalisasi pasar Rp256,27M, volume 24 jam Rp33,73M), sedangkan Cronos diperdagangkan di Rp993,66 (kapitalisasi pasar Rp45,51T, volume 24 jam Rp105,12M). Perbedaan utamanya: Cronos jauh lebih besar — sekitar 177,6× kapitalisasi pasar Chromia, dan suplai beredar Chromia 974,8M / 978,1M CHR (100%) dibanding 46,1B / 100B CRO (47%) milik Cronos. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Chromia selama 50 Hari dan Cronos selama 12 Hari.
| CHR | CRO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp256,27M | Rp45,51T |
Volume (24h) | Rp33,73M | Rp105,12M |
Suplai yang Beredar | 974,8M / 978,1M CHR (100%) | 46,1B / 100B CRO (47%) |
Typical Hold Time | 50 Hari | 12 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Chromia adalah blockchain Layer-1 yang berdiri sendiri dan peningkatan Layer-2 yang kompatibel dengan EVM untuk Binance Smart Chain dan Ethereum. Aset ini didesain untuk meningkatkan dApps yang ada dan memungkinkan pembuatan dApps generasi berikutnya dengan menyediakan scalability, penanganan data yang lebih baik, dan struktur biaya yang bisa disesuaikan. Blockchain menggunakan arsitektur unik yang disebut relational blockchain, dan juga bahasa pemrograman khusus bernama Rell.
Selengkapnya di halaman CHR →Cronos adalah token asli ekosistem Cronos, jaringan berperforma tinggi untuk mendukung dApp dan menjembatani pengguna ke Web3. CRO berfungsi sebagai token utilitas platform Crypto.com, menawarkan hadiah staking dan potongan biaya. Token ini mendukung transaksi di blockchain yang kompatibel dengan EVM.
Selengkapnya di halaman CRO →