Perbedaan ChainGPT dan Gram: ChainGPT diperdagangkan di Rp365 (kapitalisasi pasar Rp340,11M, volume 24 jam Rp131,79M), sedangkan Gram diperdagangkan di Rp23.770 (kapitalisasi pasar Rp65,51T, volume 24 jam Rp682,84M). Perbedaan utamanya: Gram jauh lebih besar — sekitar 192,6× kapitalisasi pasar ChainGPT, dan suplai ChainGPT dibatasi (932,9M / 1B CGPT (94%)), sedangkan Gram terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan ChainGPT selama 28 Hari dan Gram selama 6 Hari.
| CGPT | GRAM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp340,11M | Rp65,51T |
Volume (24h) | Rp131,79M | Rp682,84M |
Suplai yang Beredar | 932,9M / 1B CGPT (94%) | 2,8B GRAM |
Typical Hold Time | 28 Hari | 6 Hari |
Sinyal dari Aura AI Pluang — bukan nasihat finansial
Belum ada sinyal Aura AI.
GRAM saat ini diperdagangkan di Rp24.110 dengan sinyal teknis bearish yang kuat (11 sinyal jual vs 1 beli), meskipun RSI menunjukkan kondisi oversold. Token ini mengalami tekanan jual signifikan dengan market cap Rp66,67 triliun. Kabar positif datang dari pengumuman integrasi wallet non-custodial Telegram untuk 1 miliar pengguna yang mendorong kenaikan 7% pada 22 Juli 2026.
Outlook tetap hati-hati dengan momentum bearish dominan. Peluang utama terletak pada adopsi massal melalui Telegram, namun risiko volatilitas tinggi dan tekanan jual teknis perlu diwaspadai. Support kunci di Rp22.820 menjadi level penting untuk dipantau.
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Berita terbaru kedua aset
Token ChainGPT ($CGPT) adalah inti dari ekosistem ChainGPT yang berfungsi sebagai mata uang yang dibutuhkan bagi individu dan bisnis untuk mengakses model AI canggihnya. Selain kegunaannya, token ini memberikan berbagai manfaat bagi pemegangnya, menjadikannya aset berharga bagi mereka yang berinvestasi di masa depan teknologi kripto dan blockchain.
Selengkapnya di halaman CGPT →GRAM (sebelumnya dikenal sebagai Toncoin) adalah token native dari The Open Network, blockchain Layer 1 yang digunakan untuk biaya transaksi, staking, tata kelola, dan mendukung aplikasi berbasis TON. Jaringan ini awalnya dikembangkan sebagai Telegram Open Network sebelum diluncurkan kembali sebagai The Open Network di bawah TON Foundation.
Selengkapnya di halaman GRAM →