Perbedaan Conflux dan GMX: Conflux diperdagangkan di Rp774,02 (kapitalisasi pasar Rp4,04T, volume 24 jam Rp189,28M), sedangkan GMX diperdagangkan di Rp101.670 (kapitalisasi pasar Rp1,06T, volume 24 jam Rp48,44M). Perbedaan utamanya: Conflux jauh lebih besar — sekitar 3,8× kapitalisasi pasar GMX, dan suplai GMX dibatasi (10,4M / 13,3M GMX (79%)), sedangkan Conflux terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Conflux selama 38 Hari dan GMX selama 45 Hari.
| CFX | GMX | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp4,04T | Rp1,06T |
Volume (24h) | Rp189,28M | Rp48,44M |
Suplai yang Beredar | 5,2B CFX | 10,4M / 13,3M GMX (79%) |
Typical Hold Time | 38 Hari | 45 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Conflux (CFX) adalah blockchain layer-1 publik yang dibuat untuk memberdayakan aplikasi terdesentralisasi (dApps), e-commerce, dan infrastruktur Web 3.0 dengan menjadi lebih terukur, terdesentralisasi, dan aman dari protokol yang ada. Conflux memudahkan proses transfer aset berharga dengan membuat prosesnya cepat, efektif, bebas dari kemacetan jaringan, dan dengan biaya transaksi yang rendah. Platform ini didasarkan pada mekanisme konsensus Tree-Graph, dan menggabungkan algoritma Proof-of-Work (PoW) dan Proof-of-Stake (PoS) untuk mencapai konsensus. Protokol ini menggunakan kontrak pintar Turing-complete yang ditulis dalam Solidity, seperti yang ada di Ethereum, dan kompatibel dengan EVM (Ethereum Virtual Machine).
Selengkapnya di halaman CFX →GMX merupakan decentralized exchange (DEX) untuk trading kontrak berjangka kripto perpetual dengan leverage hingga 50x untuk mata uang Kripto populer seperti BTC, ETH, dan lainnya. Platform ini diluncurkan pada September 2021 sebagai Gambit Exchange. Saat ini, GMX telah memiliki volume trading hingga $130M dengan 283rb pengguna, menjadikannya DEX derivatif terkemuka di Arbitrum dan Avalanche.
Selengkapnya di halaman GMX →