Perbedaan Centrifuge dan Zerobase: Centrifuge diperdagangkan di Rp3.242 (kapitalisasi pasar Rp1,87T, volume 24 jam Rp159,57M), sedangkan Zerobase diperdagangkan di Rp2.140 (kapitalisasi pasar Rp655,19M, volume 24 jam Rp208,27M). Perbedaan utamanya: Centrifuge jauh lebih besar — sekitar 2,9× kapitalisasi pasar Zerobase, dan suplai Zerobase dibatasi (308,3M / 1B ZBT (31%)), sedangkan Centrifuge terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Centrifuge selama 4 Hari dan Zerobase selama 6 Hari.
| CFG | ZBT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,87T | Rp655,19M |
Volume (24h) | Rp159,57M | Rp208,27M |
Suplai yang Beredar | 577,2M CFG | 308,3M / 1B ZBT (31%) |
Typical Hold Time | 4 Hari | 6 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Centrifuge adalah protokol infrastruktur terdesentralisasi yang membawa aset dunia nyata seperti invoice, properti, dan obligasi pemerintah ke dalam ekosistem DeFi. Protokol ini menyediakan infrastruktur terbuka dan EVM-native untuk tokenisasi serta pengelolaan aset keuangan di berbagai jaringan seperti Ethereum, Base, dan Avalanche. Token CFG digunakan untuk governance, memungkinkan pemegangnya memberikan suara dalam pembaruan dan arah strategis protokol melalui DAO.
Selengkapnya di halaman CFG →Zerobase adalah jaringan infrastruktur kriptografi yang memanfaatkan zero-knowledge proofs (ZKPs) dan trusted execution environments (TEEs) untuk menghadirkan staking yang privat, sesuai regulasi, dan terprogram. Zerobase mendukung zkStaking, zkLogin, dan ProofYield untuk institusi DeFi, privasi pengguna, dan strategi aset dunia nyata tanpa mengungkap data sensitif.
Selengkapnya di halaman ZBT →