Perbedaan Centrifuge dan eCash: Centrifuge diperdagangkan di Rp2.709 (kapitalisasi pasar Rp1,56T, volume 24 jam Rp76,95M), sedangkan eCash diperdagangkan di Rp0,1164 (kapitalisasi pasar Rp2,33T, volume 24 jam Rp82,66M). Perbedaan utamanya: eCash lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai eCash dibatasi (20,1T / 21T XEC (96%)), sedangkan Centrifuge terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Centrifuge selama 5 Hari dan eCash selama 116 Hari.
| CFG | XEC | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,56T | Rp2,33T |
Volume (24h) | Rp76,95M | Rp82,66M |
Suplai yang Beredar | 577,2M CFG | 20,1T / 21T XEC (96%) |
Typical Hold Time | 5 Hari | 116 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Centrifuge adalah protokol infrastruktur terdesentralisasi yang membawa aset dunia nyata seperti invoice, properti, dan obligasi pemerintah ke dalam ekosistem DeFi. Protokol ini menyediakan infrastruktur terbuka dan EVM-native untuk tokenisasi serta pengelolaan aset keuangan di berbagai jaringan seperti Ethereum, Base, dan Avalanche. Token CFG digunakan untuk governance, memungkinkan pemegangnya memberikan suara dalam pembaruan dan arah strategis protokol melalui DAO.
Selengkapnya di halaman CFG →ECash (XEC) adalah versi baru dari Bitcoin Cash ABC (BCHA), yang merupakan cabang dari Bitcoin (BTC) dan Bitcoin Cash (BCH). XEC menyebut dirinya sebagai "cryptocurrency yang dirancang untuk digunakan sebagai uang elektronik." ECash secara spesifik bertujuan untuk menjadi sarana transaksi yang digunakan untuk membayar barang dan jasa.
Selengkapnya di halaman XEC →