Perbedaan Centrifuge dan Trust Wallet Token: Centrifuge diperdagangkan di Rp3.198 (kapitalisasi pasar Rp1,83T, volume 24 jam Rp150,22M), sedangkan Trust Wallet Token diperdagangkan di Rp6.319 (kapitalisasi pasar Rp2,73T, volume 24 jam Rp148,68M). Perbedaan utamanya: Trust Wallet Token lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Trust Wallet Token dibatasi (429,9M / 999,9M TWT (43%)), sedangkan Centrifuge terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Centrifuge selama 4 Hari dan Trust Wallet Token selama 30 Hari.
| CFG | TWT | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,83T | Rp2,73T |
Volume (24h) | Rp150,22M | Rp148,68M |
Suplai yang Beredar | 577,2M CFG | 429,9M / 999,9M TWT (43%) |
Typical Hold Time | 4 Hari | 30 Hari |
Centrifuge adalah protokol infrastruktur terdesentralisasi yang membawa aset dunia nyata seperti invoice, properti, dan obligasi pemerintah ke dalam ekosistem DeFi. Protokol ini menyediakan infrastruktur terbuka dan EVM-native untuk tokenisasi serta pengelolaan aset keuangan di berbagai jaringan seperti Ethereum, Base, dan Avalanche. Token CFG digunakan untuk governance, memungkinkan pemegangnya memberikan suara dalam pembaruan dan arah strategis protokol melalui DAO.
Selengkapnya di halaman CFG →Aplikasi seluler Trust Wallet merupakan dompet kripto dengan berbagai mata uang yang memberikan pengguna akses ke berbagai aset digital dengan built-in DEX (bagi pengguna Android). Trust Wallet bergabung dalam ekosistem Binance pada tahun 2018 dan telah menjadi dompet kripto resmi dari Binance Smart Chain (BSC). Trust Wallet Token (TWT) adalah governance token serbaguna bawaan dari Trust Wallet dan tersedia dalam BEP-2 (Binance Chain) dan BEP-20 (Binance Smart Chain).
Selengkapnya di halaman TWT →