Perbedaan Centrifuge dan SUPRA: Centrifuge diperdagangkan di Rp3.194 (kapitalisasi pasar Rp1,83T, volume 24 jam Rp150,22M), sedangkan SUPRA diperdagangkan di Rp3,75 (kapitalisasi pasar Rp122,87M, volume 24 jam Rp4,16M). Perbedaan utamanya: Centrifuge jauh lebih besar — sekitar 14,9× kapitalisasi pasar SUPRA, dan suplai SUPRA dibatasi (32,5B / 100B SUPRA (33%)), sedangkan Centrifuge terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Centrifuge selama 4 Hari dan SUPRA selama 15 Hari.
| CFG | SUPRA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,83T | Rp122,87M |
Volume (24h) | Rp150,22M | Rp4,16M |
Suplai yang Beredar | 577,2M CFG | 32,5B / 100B SUPRA (33%) |
Typical Hold Time | 4 Hari | 15 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Centrifuge adalah protokol infrastruktur terdesentralisasi yang membawa aset dunia nyata seperti invoice, properti, dan obligasi pemerintah ke dalam ekosistem DeFi. Protokol ini menyediakan infrastruktur terbuka dan EVM-native untuk tokenisasi serta pengelolaan aset keuangan di berbagai jaringan seperti Ethereum, Base, dan Avalanche. Token CFG digunakan untuk governance, memungkinkan pemegangnya memberikan suara dalam pembaruan dan arah strategis protokol melalui DAO.
Selengkapnya di halaman CFG →Supra adalah blockchain pertama yang dibangun untuk Automatic DeFi (AutoFi), sistem keuangan otomatis. Sebagai solusi Layer-1, Supra mendukung smart contract berkecepatan tinggi dengan integrasi data dan AI oracle, otomasi, serta pesan lintas-chain. Hal ini memungkinkan fitur AutoFi inovatif yang menghasilkan pendapatan dan mendistribusikannya ke aplikasi serta operator node, mengurangi ketergantungan pada reward blok seiring waktu. Stack Supra juga menyediakan agen AI dengan alat untuk membuat dan mengeksekusi strategi AutoFi yang efektif bagi pengguna secara on-chain, aman, dan otonom.
Selengkapnya di halaman SUPRA →