Perbedaan Centrifuge dan Streamflow: Centrifuge diperdagangkan di Rp3.246 (kapitalisasi pasar Rp1,87T, volume 24 jam Rp159,57M), sedangkan Streamflow diperdagangkan di Rp183,73 (kapitalisasi pasar Rp46,42M, volume 24 jam Rp5,25M). Perbedaan utamanya: Centrifuge jauh lebih besar — sekitar 40,3× kapitalisasi pasar Streamflow, dan suplai Streamflow dibatasi (252,1M / 1B STREAM (26%)), sedangkan Centrifuge terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Centrifuge selama 4 Hari dan Streamflow selama 26 Hari.
| CFG | STREAM | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,87T | Rp46,42M |
Volume (24h) | Rp159,57M | Rp5,25M |
Suplai yang Beredar | 577,2M CFG | 252,1M / 1B STREAM (26%) |
Typical Hold Time | 4 Hari | 26 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Centrifuge adalah protokol infrastruktur terdesentralisasi yang membawa aset dunia nyata seperti invoice, properti, dan obligasi pemerintah ke dalam ekosistem DeFi. Protokol ini menyediakan infrastruktur terbuka dan EVM-native untuk tokenisasi serta pengelolaan aset keuangan di berbagai jaringan seperti Ethereum, Base, dan Avalanche. Token CFG digunakan untuk governance, memungkinkan pemegangnya memberikan suara dalam pembaruan dan arah strategis protokol melalui DAO.
Selengkapnya di halaman CFG →Streamflow menghadirkan infrastruktur token yang aman, mudah digunakan, dan andal untuk menciptakan serta mendistribusikan token di sepanjang siklus hidupnya—dari peluncuran hingga jatuh tempo. Dengan menyelesaikan masalah ketidakselarasan insentif, Streamflow memastikan ekonomi token yang berkelanjutan.
Selengkapnya di halaman STREAM →