Perbedaan Centrifuge dan StakeStone: Centrifuge diperdagangkan di Rp3.194 (kapitalisasi pasar Rp1,85T, volume 24 jam Rp154,54M), sedangkan StakeStone diperdagangkan di Rp775,9 (kapitalisasi pasar Rp174,93M, volume 24 jam Rp80,76M). Perbedaan utamanya: Centrifuge jauh lebih besar — sekitar 10,6× kapitalisasi pasar StakeStone, dan suplai StakeStone dibatasi (225,3M / 1B STO (23%)), sedangkan Centrifuge terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Centrifuge selama 4 Hari dan StakeStone selama 10 Hari.
| CFG | STO | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,85T | Rp174,93M |
Volume (24h) | Rp154,54M | Rp80,76M |
Suplai yang Beredar | 577,2M CFG | 225,3M / 1B STO (23%) |
Typical Hold Time | 4 Hari | 10 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Centrifuge adalah protokol infrastruktur terdesentralisasi yang membawa aset dunia nyata seperti invoice, properti, dan obligasi pemerintah ke dalam ekosistem DeFi. Protokol ini menyediakan infrastruktur terbuka dan EVM-native untuk tokenisasi serta pengelolaan aset keuangan di berbagai jaringan seperti Ethereum, Base, dan Avalanche. Token CFG digunakan untuk governance, memungkinkan pemegangnya memberikan suara dalam pembaruan dan arah strategis protokol melalui DAO.
Selengkapnya di halaman CFG →StakeStone adalah protokol infrastruktur likuiditas terdesentralisasi yang dirancang untuk mengoptimalkan imbal hasil dan distribusi likuiditas di berbagai jaringan blockchain. Melalui solusi seperti LiquidityPad dan aset ETH/BTC yang menghasilkan imbal hasil, StakeStone memberdayakan penyedia likuiditas dengan peluang penghasilan yang efisien sekaligus memenuhi kebutuhan likuiditas khusus dari berbagai ekosistem dan protokol.
Selengkapnya di halaman STO →