Perbedaan Centrifuge dan Reserve Rights: Centrifuge diperdagangkan di Rp3.243 (kapitalisasi pasar Rp1,85T, volume 24 jam Rp154,54M), sedangkan Reserve Rights diperdagangkan di Rp22,05 (kapitalisasi pasar Rp1,38T, volume 24 jam Rp74,26M). Perbedaan utamanya: Centrifuge lebih besar dari sisi kapitalisasi pasar, dan suplai Reserve Rights dibatasi (62,6B / 100B RSR (63%)), sedangkan Centrifuge terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Centrifuge selama 4 Hari dan Reserve Rights selama 43 Hari.
| CFG | RSR | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,85T | Rp1,38T |
Volume (24h) | Rp154,54M | Rp74,26M |
Suplai yang Beredar | 577,2M CFG | 62,6B / 100B RSR (63%) |
Typical Hold Time | 4 Hari | 43 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Centrifuge adalah protokol infrastruktur terdesentralisasi yang membawa aset dunia nyata seperti invoice, properti, dan obligasi pemerintah ke dalam ekosistem DeFi. Protokol ini menyediakan infrastruktur terbuka dan EVM-native untuk tokenisasi serta pengelolaan aset keuangan di berbagai jaringan seperti Ethereum, Base, dan Avalanche. Token CFG digunakan untuk governance, memungkinkan pemegangnya memberikan suara dalam pembaruan dan arah strategis protokol melalui DAO.
Selengkapnya di halaman CFG →Reserve Rights merupakan token ERC-20 yang bisa digunakan sebagai token tata kelola untuk Reserve stablecoins (RTokens), di mana perubahan RTokens dapat diusulkan dan di-vote dengan RSR. Tidak seperti umumnya stablecoin yang nilainya didukung cadangan dolar AS dalam rekening bank di bawah kendali penerbit stablecoin atau kustodian tepercaya, stablecoin Reserve didukung oleh beberapa mata uang kripto yang dikelola oleh kontrak pintar.
Selengkapnya di halaman RSR →