Perbedaan Centrifuge dan Phoenix: Centrifuge diperdagangkan di Rp3.187 (kapitalisasi pasar Rp1,83T, volume 24 jam Rp150,22M), sedangkan Phoenix diperdagangkan di Rp284,36 (kapitalisasi pasar Rp83,04M, volume 24 jam Rp232,44M). Perbedaan utamanya: Centrifuge jauh lebih besar — sekitar 22× kapitalisasi pasar Phoenix, dan suplai Phoenix dibatasi (69,3M / 76M PHB (92%)), sedangkan Centrifuge terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Centrifuge selama 4 Hari dan Phoenix selama 29 Hari.
| CFG | PHB | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,83T | Rp83,04M |
Volume (24h) | Rp150,22M | Rp232,44M |
Suplai yang Beredar | 577,2M CFG | 69,3M / 76M PHB (92%) |
Typical Hold Time | 4 Hari | 29 Hari |
Centrifuge adalah protokol infrastruktur terdesentralisasi yang membawa aset dunia nyata seperti invoice, properti, dan obligasi pemerintah ke dalam ekosistem DeFi. Protokol ini menyediakan infrastruktur terbuka dan EVM-native untuk tokenisasi serta pengelolaan aset keuangan di berbagai jaringan seperti Ethereum, Base, dan Avalanche. Token CFG digunakan untuk governance, memungkinkan pemegangnya memberikan suara dalam pembaruan dan arah strategis protokol melalui DAO.
Selengkapnya di halaman CFG →Phoenix adalah infrastruktur blockchain layer 1 dan layer 2 yang memberdayakan aplikasi Web3. Fokusnya adalah pada generasi berikutnya dari aplikasi Web3 yang didukung AI dan privasi. Phoenix (PHB) adalah mata uang kripto yang beroperasi di platform BNB Smart Chain (BEP20).
Selengkapnya di halaman PHB →