Perbedaan Centrifuge dan Neon EVM: Centrifuge diperdagangkan di Rp3.205 (kapitalisasi pasar Rp1,85T, volume 24 jam Rp154,54M), sedangkan Neon EVM diperdagangkan di Rp331,94 (kapitalisasi pasar Rp79,52M, volume 24 jam Rp7,44M). Perbedaan utamanya: Centrifuge jauh lebih besar — sekitar 23,3× kapitalisasi pasar Neon EVM, dan suplai Neon EVM dibatasi (239,5M / 1B NEON (24%)), sedangkan Centrifuge terus bertambah. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Centrifuge selama 4 Hari dan Neon EVM selama 17 Hari.
| CFG | NEON | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,85T | Rp79,52M |
Volume (24h) | Rp154,54M | Rp7,44M |
Suplai yang Beredar | 577,2M CFG | 239,5M / 1B NEON (24%) |
Typical Hold Time | 4 Hari | 17 Hari |
Centrifuge adalah protokol infrastruktur terdesentralisasi yang membawa aset dunia nyata seperti invoice, properti, dan obligasi pemerintah ke dalam ekosistem DeFi. Protokol ini menyediakan infrastruktur terbuka dan EVM-native untuk tokenisasi serta pengelolaan aset keuangan di berbagai jaringan seperti Ethereum, Base, dan Avalanche. Token CFG digunakan untuk governance, memungkinkan pemegangnya memberikan suara dalam pembaruan dan arah strategis protokol melalui DAO.
Selengkapnya di halaman CFG →Neon EVM adalah platform smart contract di Solana yang menggunakan konsensus proof-of-history untuk keamanan tambahan. Meski kadang mengalami downtime, solusi diperkirakan dalam enam bulan. Dengan lebih dari 200 proyek yang siap diluncurkan, termasuk proyek berbasis Ethereum seperti Curve dan Sobal, Neon EVM bertujuan meningkatkan interoperabilitas dan integrasi dengan alat Ethereum utama di masa depan.
Selengkapnya di halaman NEON →