Perbedaan Centrifuge dan Terra: Centrifuge diperdagangkan di Rp3.206 (kapitalisasi pasar Rp1,85T, volume 24 jam Rp154,54M), sedangkan Terra diperdagangkan di Rp846,4 (kapitalisasi pasar Rp598,27M, volume 24 jam Rp74,71M). Perbedaan utamanya: Centrifuge jauh lebih besar — sekitar 3,1× kapitalisasi pasar Terra, dan suplai beredar Centrifuge 577,2M CFG dibanding 710M LUNA milik Terra. Mana yang lebih baik tergantung tujuan investasimu — di Pluang, investor rata-rata menyimpan Centrifuge selama 4 Hari dan Terra selama 80 Hari.
| CFG | LUNA | |
|---|---|---|
Kap. Pasar | Rp1,85T | Rp598,27M |
Volume (24h) | Rp154,54M | Rp74,71M |
Suplai yang Beredar | 577,2M CFG | 710M LUNA |
Typical Hold Time | 4 Hari | 80 Hari |
Aktivitas investor Pluang dalam 30 hari terakhir
Belum ada data sentimen.
Centrifuge adalah protokol infrastruktur terdesentralisasi yang membawa aset dunia nyata seperti invoice, properti, dan obligasi pemerintah ke dalam ekosistem DeFi. Protokol ini menyediakan infrastruktur terbuka dan EVM-native untuk tokenisasi serta pengelolaan aset keuangan di berbagai jaringan seperti Ethereum, Base, dan Avalanche. Token CFG digunakan untuk governance, memungkinkan pemegangnya memberikan suara dalam pembaruan dan arah strategis protokol melalui DAO.
Selengkapnya di halaman CFG →Protokol Terra 2.0 adalah protokol blockchain publik yang terdesentralisasi dan open-source. Luna adalah token staking asli protokol Terra yang digunakan untuk tata kelola dan penambangan. Jaringan Terra 2.0 tidak akan memiliki stablecoin, dan pemegang jaringan Terra Classic lama akan mendapatkan koin asli Luna yang baru. Dalam rencananya, pengembang ekosistem Terra akan bermigrasi dan menyebarkan dapps mereka di blockchain baru.
Selengkapnya di halaman LUNA →